
Tujuan utama KSP (Kurikulum Satuan Pendidikan) adalah meningkatkan kemandirian dan kompetensi satuan pendidikan, mendorong diversifikasi kurikulum berdasarkan potensi daerah dan kebutuhan murid, serta memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam pendidikan. KSP 2025 juga menekankan relevansi kurikulum dengan konteks lokal dan berpusat pada kebutuhan serta karakteristik peserta didik.
Berikut adalah beberapa tujuan rinci dari KSP:
- Meningkatkan Kemandirian dan Kompetensi:Memberikan otonomi kepada sekolah untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan mereka, termasuk dalam hal pembelajaran dan pengelolaan.
- Diversifikasi Kurikulum:Mendorong sekolah untuk menciptakan kurikulum yang beragam dan disesuaikan dengan potensi daerah, karakteristik sekolah, serta kebutuhan peserta didik.
- Mendorong Kepemilikan dan Kolaborasi:Melibatkan semua pihak terkait (guru, kepala sekolah, orang tua, komite sekolah, dll.) dalam proses penyusunan dan pelaksanaan kurikulum untuk menciptakan rasa memiliki dan komitmen bersama.
- Relevansi dengan Konteks Lokal:Memastikan bahwa kurikulum yang diterapkan relevan dengan kondisi sosial, budaya, dan ekonomi di lingkungan sekitar sekolah.
- Pengembangan Kompetensi Peserta Didik:Fokus pada pencapaian kompetensi peserta didik yang berpedoman pada Profil Pelajar Pancasila dan Capaian Pembelajaran.
- Menciptakan Kurikulum Sebagai “Dokumen Hidup”:Kurikulum tidak hanya menjadi dokumen formal, tetapi juga sebuah dokumen yang dinamis dan terus menerus dievaluasi serta disesuaikan dengan perkembangan.
- Penerapan Prinsip-Prinsip Esensial:KSP 2025 mengedepankan prinsip-prinsip akuntabel, kontekstual, esensial, partisipatif, dan berpusat pada murid.